Langsung ke konten utama

Postingan

Harapan

  Senjaku kembali merah merona Kala jendela hatiku berhasil kau ketuk Pelan tapi penuh makna, memancarkan sinyal-sinyal kebahagiaan Kau kembangkan sayap-sayap cinta, pada hati yang terluka Kau terbangkan secercah harapan, tentang hadirnya kisah di hari tua Jalan ini terhampar panjang, namun ingin kutapaki hanya bersamamu Menjemput haru di hari bahagia Rasa ini … pernah ingin kuhempaskan Tapi akhirnya rindu kian menderu, menggelisahkan Mengalirkan bulir-bulir embun pada wajah senduku Hanya doa yang bisa kupanjatkan Agar takdir menyatukan hati kita dalam untaian kisah nyata
Postingan terbaru

Thropy Impian

Matahari mengintip di balik pepohonan rindang, semilir angin berhembus pelan membawa hawa sejuk. Hari ini hari Minggu, entah mengapa aku malas untuk mandi pagi seperti biasanya. Toh, aku belum sekolah juga.   Seperti biasa, bapak dan ibuku bersiap-siap untuk pergi ke ladang. Sebenarnya aku malas untuk ikut, hanya saja kalau di rumah aku juga tidak ada kegiatan yang pasti. Paling hanya nyanyi-nyanyi sambil mainan boneka. Aku bosan juga. Akhirnya aku ikut bapak dan ibu ke ladang. Lagipula sambil nunggu orang tuaku selesai memanen kacang dan jagung, aku bisa bermain di rumah budeku. Anaknya bude kan punya mainan banyak, ada piano, boneka, alat-alat masak, dan yang lainnya. Pasti aku tidak cepat bosan. Aku mengikuti langkah bapak dan ibu, di jalanan aspal masih tersisa genangan air sisa hujan tadi malam. Ku tenteng tas jinjing berisi gelas dan gula dengan hati-hati. Kalau sampai jatuh dan gelasnya pecah, ibuku bisa marah-marah. Kami berjalan melewati pematang sawah yang cukup lebar, ...