Karya Nevita Nur
Kholivah
Mataku menerawang jauh
Jari jemari kaku, sedang jiwa mengaduh
Menyesali waktu yang telah runtuh menjadi abu
Inginku terbangun …
Namun mentari terlanjur menjauh
Gelap, pengap, hampa …
Inginku meraung, namun lidahku kelu
Inginku berlari, namun kau renggut jiwaku paksa
Kau tarik, perlahan …. perlahan…
Dan akhirnya aku pasrah
Bulir embun serasa menetes,
di saat muara tak lagi sisakan air
Segenap doa tak lagi luluhkan keputusan-Mu
Tuhanku … kini ku sampai pada ridho-Nya
Komentar
Posting Komentar